Jumat, 22 April 2016

Makanan Yang Tepat Untuk Menjaga Lansia Tetap Sehat

Filled under: , ,

Perawat jompo dan lansia adalah tenaga kesehatan yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan, medis, maupun keperawatan untuk memberikan pelayanan caregiving kepada para lansia yang sudah tidak mampu secara mandiri mengurus dirinya sendiri. Salah satu tugas dari suster lansia ini adalah memberikan makanan yang baik untuk para lansia sehingga kebutuhan nutrisi dan gizi tetap terpenuhi. Seiring dengan bertambahnya usia, biasanya nafsu makan juga akan menurun ditambah dengan kemampuan organ pencernaan yang juga ikut turun. Padahal meski sudah lanjut usia, tetap saja membutuhkan nutrisi yang seimbang agar mengurangi resiko sakit. Berikut adalah cara menyiapkan makanan yang baik bagi lansia.


Bumbu yang tidak menyengat

Kemampuan organ pencernaan pada lansia juga akan ikut menurun. Oleh karena itu sajikan makanan dengan bumbu yang sederhana saja dan takarannya dikurangi dari ketika masih di usia prima. Hindari makanan yang berbumbu pedas atau bersifat asam.  Makanan yang sifatnya pedas dan asam bisa merusak kesehatan lambung dan memicu  tukak lambung. Pastikan penyalur perawat lansia Anda tahu mengenai hal ini sebelum menandatangani kontrak dengan Anda.

Mengurangi garam

Tidak hanya sistem pencernaan saja yang menurun tapi juga sistem metabolisme ikut turun performanya. Jika sistem metabolisme mulai menurun maka resiko tekanan darah tinggi akan lebih meningkat apabila asupan makanannya tidak dijaga. Salah satu penyebab tingginya tekanan darah adalah konsumsi garam yang berlebihan. Untuk lansia, sebaiknya konsumsi garam tidak lebih dari 4 gram setiap harinya.

Makanan rendah kolesterol

Karena proses dan kualitas metabolisme yang sudah menurun, maka kolesterol darah juga harus dijaga dari pemberian makanan yang tidak mengandung kolesterol jahat. Kolesterol jahat misalnya terdapat pada makanan daging merah, santan, makanan gorengan, dan seafood. Perbanyak makanan yang mengandung kalsium tinggi untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Resiko terkena osteoporosis lebih tinggi terjadi pada lansia wanita yang sudah menopause. Jika orang tua Anda mengalami osteoporosis, bisa dibantu dengan melakukan fisioterapi dengan bantuan perawat homecare yang berpengalaman dalam memberikan terapi fisik.

Makanan yang lunak

Tidak semua lansia nyaman menggunakan gigi palsu untuk membantu mengunyah makanan. Oleh karena itu Anda bisa memberikan instruksi kepada perawat homecare yang Anda sewa untuk membuatkan makanan yang dimasak sampai teksturnya lembut. Ada banyak jenis makanan berserat tinggi yang bisa dikonsumsi dengan tekstur lebih lembut misalnya agar-agar, buah pisang atau pepaya, roti gandum yang disiram dengan susu, dan juga bubur. Mengolah makanan dengan cara dipanggang atau dikukus dan direbus juga bisa melembutkan tekstur makanan ketimbang digoreng.
Selain bubur, lansia juga bisa diberikan makanan berserat berupa jus yang lebih mudah untuk dicerna. Anda bisa mengkombinasikan beberapa buah dan sayur yang bisa ditambah dengan madu sebagai pengganti gula pasir untuk membuat minuman jus yang segar dan kaya serat.


Nutrisi untuk saraf otak

Seiring dengan bertambahnya usia kemampuan otak juga akan semakin menurun apalagi jika pada usia mudanya tidak begitu banyak ada stimulasi yang bisa meningkatkan kerja otak. Beberapa makanan yang bisa dijadikan untuk nutrisi penting bagi saraf otak adalah ikan salmon yang mengandung banyak omega 3 dan juga biji-bijian. Biji bijian yang baik untuk dikonsumsi lansia misalnya seperti biji wijen, biji bunga matahari, dan juga biji semangka yang bisa diolah menjadi berbagai makanan kecil yang sehat.  Demikian adalah beberapa panduan untuk membuatkan makanan sehat untuk lansia bagi perawat home care.

0 komentar:

Poskan Komentar